Kelas Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Desa Banyakprodo : Menuju Indonesia yang Lebih Bermartabat

Tim Penggerak PKK Desa Banyakprodo kembali menggelar kegiatan mengenai Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) yang ke-dua, pada Jum’at (29-10-2021) secara daring.

 

Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 30 orang dari unsur remaja dan pengurus TP-PKK itu membahas tema “Bedah Vlog Raja Anak ‘Sultan’ Ciater” dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda yang sekaligus menjadi moment Grand Opening Kelas Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Desa Banyakprodo.

Kelas Pola Asuh Anak dan Remaja merupakan wadah bagi para ibu dan para remaja di Desa Banyakprodo untuk menumbuhkan dan membangun perilaku, budi pekerti, sopan santun di dalam keluarga sesuai budaya bangsa.

Pelaksanaan kegiatannya diagendakan setiap 2 (dua) bulan sekali, dilakukan secara tatap muka maupun secara online melalui Google Meet ataupun melalui media lainnya. Selain itu, ada grup Whatsapp khusus untuk mewadahi para remaja peserta Kelas PAAR yang setiap seminggu sekali diberikan materi atau bahan diskusi yang mendukung tema PAAR.

Tujuan Kelas Pola Asuh Anak dan Remaja Desa Banyakprodo adalah menumbuhkan dan membangun perilaku, budi pekerti, sopan santun di dalam keluarga sesuai budaya bangsa melalui kegiatan pembinaan kemasyarakatan dengan fokus mengenai pola asuh anak dan remaja yang diwadahi dalam kelas – kelas yang melibatkan remaja sebagai generasi penerus bangsa dan ibu – ibu sebagai pemegang peran utama dalam mendidik anak di dalam rumah.

Hal yang melatarbelakangi diadakannya Kelas PAAR di Desa Banyakprodo antara lain karena Kasus Hukum yang melibatkan anak mengalami peningkatan, dan didominasi oleh kasus kejahatan seksual anak. Menurut data dari Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri yang dipaparkan dalam Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja oleh Pokja 1 TP-PKK Kabupaten Wonogiri pada awal 2021, terdapat 37 kasus hukum. Sebagian besar kasus di alami oleh anak dengan usia 13- 18 tahun dengan sebaran kasus yang hampir merata ke seluruh Kecamatan se-Kabupaten Wonogiri.

Permasalahan yang telah diuraikan di atas sudah menggambarkan kondisi umum bangsa Indonesia yaitu bergesernya kepribadian bangsa Indonesia yang dulunya dikenal sebagai bangsa yang berbudi pekerti luhur dan menjunjung tinggi sopan santun, tetapi kini nilai tersebut seakan dilupakan. Maka perlu dilakukan langkah antisipasi yang serius dalam mengawal generasi muda agar tidak semakin banyak permasalahan dan penurunan nilai budi bekerti luhur.

Langkah antisipasi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, satu instansi, satu lembaga, atau satu orang saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak, baik pemerintah desa, lembaga pendidikan maupun seluruh elemen masyarakat. Terlebih apabila mengingat pada kenyataan bahwa karakter hanya dapat dibentuk melalui proses yang panjang dan berkelanjutan. Sangat jelas bahwa menanamkan nilai budi pekerti yang luhur harus diupayakan bersama – sama secara berkesinambungan, serta tentunya tak lepas dari dukungan pemerintah.

Pokja 1 TP-PKK merupakan bagian dari elemen pemerintahan yang memegang peranan penting dalam menumbuhkan ketahanan keluarga melalui kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu melakukan langkah nyata dan segera dalam upaya mencegah bertambahnya permasalahan yang melibatkan anak, perempuan dan generasi muda. Untuk itu, Pokja 1 TP-PKK Desa Banyakprodo berkomitmen memulai langkah perbaikan tersebut melalui program unggulannya mengenai Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan menyasar remaja dan ibu – ibu di Desa Banyakprodo.

Pokja 1 PKK yang bergerak dalam penghayatan dan pengamalan Pancasila serta gotong royong diharapkan bisa memberikan sumbangsih yang lebih baik kepada masyarakat dengan memberikan warna kepada ibu – ibu di Desa Banyakprodo mengenai perbaikan pola asuh, serta dengan memberikan sentuhan kasih sayang kepada remaja di Desa Banyakprodo melalui kegiatan Kelas Pola Asuh Anak dan Remaja. Pola Asuh sendiri berarti suatu proses yang ditujukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan